ZONA NEWS (ZNN) | Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan rotasi dan mutasi jabatan 187 perwira tinggi (pati) TNI tiga matra. Hal itu termaktub dalam Surat Keputusan (Skep) Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di lingkungan TNI.
Mereka yang dimutasi terdiri 109 pati TNI AD, 36 pati TNI AL, dan 42 pati TNI AU. Di antara yang dimutasi adalah Letjen Widi Prasetijono dari dosen Universitas Pertahanan (Unhan) menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
"Proses hukum," demikian salinan Skep Panglima TNI di Jakarta tanggal 15 Desember 2025 dikutip Republika, Kamis (25/12/2025). Letjen Widi tersangkut kasus penjualan aset Yayasan Kodam Diponegoro saat menjabat Pangdam IV/Diponegoro.
Nama Widi moncer saat menjadi ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2014-2016. Abiturien Akademi Militer (Akmil) 1993 ini pernah menjadi Komandan Kodim 0735/Surakarta pada 2011-2013 dan Komandan Korem 074/Warastratama (di Solo) pada 2017-2019.
Kemudian, ia menduduki Kepala Staf Kodam (Kasdam) Diponegoro pada 2020-2022, Danjen Kopassus pada Januari-April 2022, dan Pangdam Diponegoro 2022-2023. Widi sempat promosi menjadi Komandan Kodiklatad pada 2023-2024.
Setelah pergantian Presiden Jokowi ke Prabowo Subianto, Letjen Widi nonjob menjadi dosen Unhan. Kini, ia malah menjabat Staf Khusus KSAD untuk menjalani proses hukum atas kasus pencucian uang penjualan lahan 700 hektare senilai Rp 237 miliar milik Yayasan Diponegoro ke BUMD PT Cilacap Segara Artha (CSA).
"Benar, diproses saat menjabat Pangdam Diponegoro," kata petinggi TNI.
sumber : Republika

No comments:
Post a Comment