Kakak Beradik Ini Rebutan Surga di Pengadilan - Zona News

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, March 19, 2026

Kakak Beradik Ini Rebutan Surga di Pengadilan



ZONA NEWS (ZNN) | Di dunia di mana perselisihan antar saudara di pengadilan seringkali bermula dari perebutan warisan atau tanah, sebuah kasus sengketa yang menharukan terjadi di Arab Saudi.

Seorang pria lanjut usia bernama Hizam Al-Ghamdi harus berdiri di hadapan hakim Arab Saudi. Bukan melawan orang asing, melainkan melawan adik laki-lakinya sendiri.

Perselisihan kakak beradik itu tidak disebabkan oleh keserakahan; sebaliknya, keduanya bersikeras ingin mendapat hak asuh untuk merawat ibu mereka yang sudah tua dan renta.

Hizam berpendapat bahwa ia telah mengabdikan bertahun-tahun untuk kesejahteraan ibunya dan ingin melanjutkannya, menggambarkan ibunya sudah menjadi bagian dari “hidupnya sendiri.” Namun, adik laki-lakinya bersikeras bahwa kini gilirannya, karena ia yakin Hizam—yang sudah lanjut usia—perlu istirahat setelah bertahun-tahun mengabdi tanpa pamrih.

Ruang sidang berubah menjadi haru ketika kedua pria itu memohon, bukan untuk kekayaan, harta, atau harga diri, melainkan untuk kehormatan melayani ibu mereka.

Bingung dengan kesungguhan keduanya, hakim mengundang sang ibu ke ruang sidang dan dengan lembut memintanya untuk memilih. Jawabannya membuat semua yang hadir meneteskan air mata:

“Bagaimana aku bisa memilih? Setiap putraku bagaikan mata kiri dan kananku,” jawabnya.

Kata-katanya membekukan ruangan dalam keheningan, sebuah bukti kuat akan kasih sayang seorang ibu dan ikatan keluarga.

Karena tidak dapat mendasarkan putusan pada kecenderungan sang ibu, hakim beralih ke akal sehat. Akhirnya, pengadilan memberikan hak asuh kepada adik laki-lakinya, dengan mempertimbangkan kekuatan dan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan fisik dalam mengasuh.

Ketika keputusan dibacakan, suasana berubah ketika Hizam menangis tersedu-sedu. Bukan karena marah, dan bukan karena kalah, melainkan karena sedih karena kehilangan kesempatan untuk terus melayani wanita yang telah memberinya kehidupan.

Kesedihannya tulus dan tanpa pamrih, bahkan menyentuh hati mereka yang hadir dalam pengadilan. Momen itu mengingatkan semua orang yang hadir bahwa perselisihan keluarga yang sesungguhnya tidak selalu lahir dari kepahitan—terkadang, perselisihan itu muncul dari cinta yang begitu dalam hingga bersaing dengan dirinya sendiri.

Islam memerintahkan umat manusia untuk merawat dan memperlakukan dengan baik orang tua mereka. Salah satunya disampaikan hadits Rasulullah:

“Orang tua adalah pintu surga yang paling baik. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya” (HR. Tirmidzi).

“Berebut surga” menjadi kalimat paling sederhana yang menggambarkan kasus yang menyetuh hati masyarakat Arab Saudi. Ini menjadi contoh indah tentang bagaimana pengabdian, pengorbanan dan ikatan abadi antara seorang ibu dan anak-anaknya.*

 

hidayatullahdotcom

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here