ZONA NEWS (ZNN) | Kapolda
Banten, Irjen Pol Hengki, mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan
kebijakan work from anywhere (WFA) guna mengurai potensi
kepadatan puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi mulai terjadi pada
malam ini.
Pernyataan
tersebut disampaikan seusai jajaran Forkopimda Provinsi Banten mengikuti arahan
Kapolri terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dari
Mercusuar Anyer, Kabupaten Serang, Selasa (24/3/2026).
"Kepada
masyarakat kami imbau agar tidak hanya fokus kembali pada tanggal 24 Maret.
Dengan adanya skema WFA, masyarakat dapat memilih alternatif tanggal lain
seperti 25, 26, maupun 27 Maret untuk perjalanan pulang," kata Hengki.
Sangat
Krusial
Hengki
menekankan, pemanfaatan tanggal alternatif tersebut sangat krusial mengingat
data per 23 Maret 2026 menunjukkan adanya kenaikan signifikan seluruh jenis
kendaraan yang menyeberang sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tercatat, sebanyak 257.206 unit kendaraan telah melintasi jalur penyeberangan
di wilayah hukum Polda Banten.
Kenaikan
volume kendaraan ini didominasi oleh truk golongan 5 hingga 9 yang melonjak 17
persen, disusul kendaraan roda dua yang naik 8 persen, serta bus dan kendaraan
roda empat campuran yang masing-masing meningkat 6 hingga 7 persen.
"Selain
pengamanan arus balik dari Sumatera melalui Pelabuhan Merak, kami juga
memberikan perhatian khusus pada jalur wisata. Sejak H+1 lebaran, personel
disiagakan di kawasan Anyer, Cinangka, hingga Sawarna di Lebak,"
tambahnya.
Rekayasa
Lalu Lintas
Guna
menjaga kelancaran, Polda Banten telah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa
sistem satu arah (one way) pendek maupun panjang, khususnya di titik-titik
krusial seperti Jalur Lingkar Selatan (JLS) menuju Teneng dan sebaliknya.
Dalam
kesempatan yang sama, Kapolda juga mengingatkan para orang tua yang membawa
anak-anak ke lokasi wisata pantai untuk memperketat pengawasan. Ia menegaskan
personel Ditpolair dan Binmas terus melakukan patroli rutin guna memastikan
keselamatan pengunjung dan mencegah terjadinya kecelakaan di air.

No comments:
Post a Comment